adsense

The Journey Begins...

Waktu pertama kali jump in di dunia saham.. saya bingung sendiri ngeliatin begitu banyak saham yang berderet di OLT. Banyak bener… mau beli yang mana? Trus beli di berapa? Harga segitu apa sudah murah? Atau malah sudah mahal? Jual nya di harga berapa pula? Aih aih… super bingung ..

Lalu saya mulai kenal dengan rekomendasi saham atau stock pick dari para analis.. Mulai mencoba mengikuti  advice nya ; saham XXXX beli di 888 jual di 999 Cutloss di 777. Beberapa berhasil tapi beberapa tidak. Apalagi ketika market bearish..  akhirnya saya harus melakukan cutloss. 

Disitu saya mulai berpikir. Kesalahan trading ini bukan salah analis. Bukan salah rekomendasi saham atau stock pick nya. Tapi murni adalah kesalahan saya sendiri. Sayalah yang mengambil keputusan untuk membeli saham X. Sayalah yang bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang saya dapatkan.

Jadi  saya mengambil keputusan untuk mencari tahu dan memperbaiki kesalahan saya dengan belajar.

And the journey of crazy learning begins… :)

Apa yang diinformasikan oleh Stock Pick adalah sebuah trading plan. Yang berisi informasi kapan membeli, kapan menjual dan kapan harus cutloss. Koq bisa ya mereka bilang beli disini, jual disitu dan cutloss disana?  Ternyata yang mereka lihat adalah sebuah Support dan Resistance yang menjadi acuan area buy, sell dan CL (cutloss).

 

Saya terpacu untuk mencari tahu bagaimana membuat trading plan sendiri, bagaimana mencari Support dan Resist. Akhirnya saya menemukan caranya, saya menggunakan Trend Line, Moving Average  dan Fibo.

Setelah saya dapat membuat trading plan sendiri, sekarang waktunya untuk test di market. Saya mulai dengan menggunakan size yang kecil . Mengapa? Jika saya harus Cutloss maka kerugiannya tidak begitu besar.  Dan effort untuk mengembalikan kerugian itu pun masih bisa dijangkau.

 

Di dalam perjalanannya tidak semulus jalan tol, terjadi trial dan error. Mengapa? Karena tidak ada seorangpun yang tau pasti arah market. Disaat itulah saya melakukan evaluasi. Mencari tau dimana letak kesalahan analisa saya. Saya mengikuti beberapa training, membaca buku dan banyak bertanya. Saya selalu terbuka dengan masukan dan view orang lain. Masing-masing trader punya view dan gaya sendiri dalam menganalisa dan melakukan trading. Saya pelajari semuanya dan saya adopsi jika itu fit dengan gaya trading saya…

 

Untuk trading plan yang berhasil, saya ulangi lagi, dengan  memperbesar size –nya , tentunya dengan money management yang sudah diperhitungkan sebelumnya..

 

The point is, Keep practicing..Keep doing it..

 

Repetition is mother of skill..

Add comment

Security code
Refresh

Free joomla templates by www.joomlashine.com