adsense

Anak Panah Di Tangan Pahlawan

Panah yang melesat tepat pada tujuan sangat bergantung kepada sang pemanah. Arah tujuan panah pun ditentukan oleh sang pemanah. Kemana sang pemanah membidik, kesitulah panah akan terbang melesat.

Ada 250 anak panah sedang dipersiapkan untuk diluncurkan. 250 anak panah ini akan terbang menuju sasaran. 250 anak panah ini akan menjadi cerita kebangaan. Seharusnya 250 anak panah ini dipegang oleh 250 pemanah. Seorang pemanah memegang 1 anak panah. Mengasahnya, memperhatikannya, focus kepada dirinya satu. Namun disini 250 anak panah harus diasah bersamaan hanya dengan beberapa orang pemanah.  Tetap bisa, pasti bisa anak panah ini tepat pada sasaran. Namun sang pemanah dan ke 250 anak panah ini butuh bantuan.

Ini adalah kisah 250 anak korban Tsunami tahun 2014. Mereka kehilangan orang tuanya ketika bencana itu terjadi. Kalau mereka bisa memilih. Kalau mereka bisa protes. Mereka tidak mau hidup sendiri, mereka tidak mau hidup tanpa orang tua. Mereka butuh orang tua. Tapi…. mereka harus menerima kenyataan untuk hidup tanpa orang tua. 

Bagaimana kalau kisah ini terjadi dengan anak-anak kita? Bagaimana masa depan anak kita? Siapa yang akan menjadi sang pemanah untuk anak kita ? Apakah ada orang yang mau membantu ? Apakah ada orang yang mau berbagi ? Apakah ada yang mau menolong ?

Kita semua saling membutuhkan. Bersyukurlah bila hari ini anak kita menikmati makanan bergizi, bersekolah di sekolah baik, bertemu dengan kita setiap hari, bermain, tertawa, ngobrol bersama , mencari eratnya genggaman tangan kita ketika mereka terpeleset, mendambakan pelukan hangat ketika mereka sedih terluka. Namun tidak demikian yang terjadi buat 250 anak Aceh itu. 

Keadaan kita jauh lebih baik, pun keadaan anak kita. Kita bisa menjadi sang pahlawan untuk 250 anak panah itu. Anak panah ditangan pahlawan. Mereka butuh para pahlawan.

http://runtocare.com/anakacehhebat/

https://kitabisa.com/campaign/aceh250km

 

Free joomla templates by www.joomlashine.com