adsense

Virgin HM

Virgin HM  

8 Maret 2020

Volcano Run 2020. Kaliurang, Jogjakarta.


Sejak sore Kaliurang sudah mulai gerimis manja. Kata mas di penginapan biasanya subuh memang gerimis tapi nanti kalau sudah muncul matahati gerimisnya berhenti mbak. Baiklah. Tapi sampai mata mau terpejam gerimis gak berhenti dan terus sampai bangun esok jam 4 pagi. Bukan manja lagi sudah mulai gerimis galak.

.

Jalan kaki menuju race village dan ga tahan juga dengan gerimis yang makin deras akhirnya pakai juga jas hujan. 2 cowo jagoan di depan gak pake jas hujan. Biarin deh pake jas hujan sendirian daripada basah kuyup duluan sebelum basah keringat. Belum lagi sepatu sudah basah menginjak genangan air. 

.

Sampai di area start ternyata semua pelari pakai jas hujan! Asik ada temennya... bukan hujan kaleng-kaleng nih. Baru kali ini race pakai jas hujan dan start ditemani gerimis galak. Seru juga !

.

Target pertama kali HM hanya yang penting finish dan gak cedera. Menurut perhitungan selama latihan perkiraan saya finish di 3 jam. Race dengan kondisi jalan habis hujan gerimis manja selama dua pertiga race jadi ada tambahan PR yaitu berusaha ngga ndolosor ketika lari di turunan. 

.

Saya suka ketemu turunan karena bisa lari dengan lebih cepat dan menabung waktu untuk tanjakan. Dari start sampai setengah race itu rutenya turunan. Aman, enjoy, mata liat kanan kiri, lari diantara sawah menghijau. Mewah banget buat mata pelari polusi Jakarta. Apalagi lari menembus kabut. Ya Tuhan indahnya, bahagia.

.

Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika mulai lari masuk KM 12. Tanjakannya gak bercanda. Mulai lari diselingi jalan. Saya belum berani lihat jam sejak start. Ga berani lihat waktu dan pace. Fokus enjoy dan lari aja. Yang penting keep going.

.

Ketika pacer finish 3 jam menyalip di KM 19. Saya mulai lirik jam buat melihat sisa  menit sebelum finish 3 jam. Tanjakan Volcano Run gak seterjal Sentul tapi tanjakannya itu puanjaaaaang. Edan ! Gak habis-habis. Nasehat, pesan dan pengalaman jadi terngiang : enjoy running, jangan paksain, teman lock kakinya di 20,5K membuat saya power walk di 2K terakhir.

.

Biasanya 200 - 300 meter menjelang finish saya bisa lari lebih kencang. Last push. Tapi kali ini gak bisa sama sekali. Nanjak terus sampai finish. Dan lelah kaki itu sungguh nyata. Air mata mulai mengintip di 100 meter terakhir. Sungguh saya gak bisa lari. Menyerah finish di 3 jam 4 menit. Dan rasa takjub bahwa saya tidak cedera, bahwa saya akhirnya bisa finish, bahwa tanjakan ini akhirnya berakhir membuat saya menunduk tersedu di pinggir besi pembatas setelah melewati gerbang finish. 

.

Saya pelari newbie akhirnya selesai 21K. Tak bisa berkatakata...mata berkacakaca ketika dikalungkan medali 21K dan disodorkan kaos finisher. Mencari tempat lebih tenang ditengah kebingaran untuk meresapi rasa ini.


Impossible is nothing.

Thank you isn't enough. I'm forever grateful for @hogannicky from the very first dan untuk menu latihan HM juga long run nya. 


Thank you Ko @yanhin_cortega @yenny_ira pasangan yang supportnya mandraguna. Juga buat @tomy_gb77 buat kebaikan hati selama perjalanan Jogja dan race ini. Dan bahagianya bisa ketemu teman baru sebahasa pelarian. 


21K lagi ? 

Nanti.....


Free joomla templates by www.joomlashine.com