adsense

YAAOMM

Listen to me

“You are always on my mind”

.

.

That night that dream

That teeming is real

.

.

Is this the time to let you go ?

.

.

Listen to me

YAAOMM

 

 

Terima Kasih Kepada Running

TERIMA KASIH KEPADA RUNNING


Umumnya olga lari untuk kesehatan tubuh.

Kalau buat saya lari lebih dari itu. 

Lari adalah perayaan.

Lari adalah waktunya bermain.

Lari adalah pelarian (entar pasti ada tulisannya).

Lari adalah sumber ide.

Lari adalah penjebol otak mampet.

Lari adalah pendobrak ketakberdayaan.

Lari adalah penghasil karya.

.

.

24 Juni 2019 sebulan setelah mulai lari. Sedang latihan lari dengan pak Nicky Hogan untuk race 10K pertama saya. Obrolan bergulir di sela-sela hembusan nafas pendek saya. Mulai dari tehnik berlari, dunia saham sampai kepada dunia tulis menulis.

.

"Lagi nulis buku apa?"

Hmmm... waktu itu saya belum mau mulai menulis. Nulis lagi, bikin buku lagi gitu ? 

Ada sih tema nya yang ingin ditulis. Tapi buku dengan tema yang sama juga udah ada. Jadi kenapa harus nulis lagi...

.

1 pertanyaan dilontarkan.

Berlipat pertanyaan balik muncul bikin mampet otak ini. 

.

"Nulis lah."

Lanjut lari lagi.. jalan lagi.. lari lagi..terus begitu , sampai..

.

.

7.14 KM ayunan langkah kaki dan hembusan nafas hari itu telah merubah komposisi kimia otak mampet saya. Hormon mundur perlahan berganti maju. Hormon tidur mulai bangkit. Hormon takut bertransformasi mulai optimis. 

.

1 jam 44 menit berlari hari itu merubah tidak menjadi mau. Merubah mungkin menjadi pasti. Merubah kosong jadi isi. Merubah tidak ada menjadi ada. 

.

.

8.5 bulan kemudian. 

Buku ke 6 saya "Cara Asyik Baca Candlestick" selesai cetak dan siap dipasarkan.

.

Semua bermula dari running.

Tanpa running selamanya ide hanya tinggal ide.

Dengan running selamanya ide menjelma jadi kenyataaan. 

Inilah karya hasil running.


Buat saya lari lebih dari sekedar sehat.

Running bisa menghasilkan karya.

Terima kasih kepada running.

Terima kasih sudah berlari bersama, @hogannicky.

.

.

#yuklari #berlariberkarya

Kaos FINISHER

Kalau ada yang lewat pakai kaos finisher 21K atau 42K mata bagai magnet utara ketemu selatan. Baru lepas bila sang kaos lari dari jangkauan mata.

.

Dibalik kaos itu ada raga yang telah menyusuri aspal mengukir jutaan langkah, bermandikan terik surya berkeramas keringat, berdaya juang menang berperang lawan dirinya sendiri, bersahabat dengan pengulangan dan kebosanan. Raga bersanding jiwa menjaga api semangat membara.

.

Bukan kaos biasa. Tidak bisa dibeli dengan uang. Hanya bisa ditukar setelah melewati finish dengan rembesan keringat dan betis talas bacang.

.

Aku mendambakan kaos itu....

.

.

Virgin HM

Virgin HM  

8 Maret 2020

Volcano Run 2020. Kaliurang, Jogjakarta.


Sejak sore Kaliurang sudah mulai gerimis manja. Kata mas di penginapan biasanya subuh memang gerimis tapi nanti kalau sudah muncul matahati gerimisnya berhenti mbak. Baiklah. Tapi sampai mata mau terpejam gerimis gak berhenti dan terus sampai bangun esok jam 4 pagi. Bukan manja lagi sudah mulai gerimis galak.

.

Jalan kaki menuju race village dan ga tahan juga dengan gerimis yang makin deras akhirnya pakai juga jas hujan. 2 cowo jagoan di depan gak pake jas hujan. Biarin deh pake jas hujan sendirian daripada basah kuyup duluan sebelum basah keringat. Belum lagi sepatu sudah basah menginjak genangan air. 

.

Sampai di area start ternyata semua pelari pakai jas hujan! Asik ada temennya... bukan hujan kaleng-kaleng nih. Baru kali ini race pakai jas hujan dan start ditemani gerimis galak. Seru juga !

.

Target pertama kali HM hanya yang penting finish dan gak cedera. Menurut perhitungan selama latihan perkiraan saya finish di 3 jam. Race dengan kondisi jalan habis hujan gerimis manja selama dua pertiga race jadi ada tambahan PR yaitu berusaha ngga ndolosor ketika lari di turunan. 

.

Saya suka ketemu turunan karena bisa lari dengan lebih cepat dan menabung waktu untuk tanjakan. Dari start sampai setengah race itu rutenya turunan. Aman, enjoy, mata liat kanan kiri, lari diantara sawah menghijau. Mewah banget buat mata pelari polusi Jakarta. Apalagi lari menembus kabut. Ya Tuhan indahnya, bahagia.

.

Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika mulai lari masuk KM 12. Tanjakannya gak bercanda. Mulai lari diselingi jalan. Saya belum berani lihat jam sejak start. Ga berani lihat waktu dan pace. Fokus enjoy dan lari aja. Yang penting keep going.

.

Ketika pacer finish 3 jam menyalip di KM 19. Saya mulai lirik jam buat melihat sisa  menit sebelum finish 3 jam. Tanjakan Volcano Run gak seterjal Sentul tapi tanjakannya itu puanjaaaaang. Edan ! Gak habis-habis. Nasehat, pesan dan pengalaman jadi terngiang : enjoy running, jangan paksain, teman lock kakinya di 20,5K membuat saya power walk di 2K terakhir.

.

Biasanya 200 - 300 meter menjelang finish saya bisa lari lebih kencang. Last push. Tapi kali ini gak bisa sama sekali. Nanjak terus sampai finish. Dan lelah kaki itu sungguh nyata. Air mata mulai mengintip di 100 meter terakhir. Sungguh saya gak bisa lari. Menyerah finish di 3 jam 4 menit. Dan rasa takjub bahwa saya tidak cedera, bahwa saya akhirnya bisa finish, bahwa tanjakan ini akhirnya berakhir membuat saya menunduk tersedu di pinggir besi pembatas setelah melewati gerbang finish. 

.

Saya pelari newbie akhirnya selesai 21K. Tak bisa berkatakata...mata berkacakaca ketika dikalungkan medali 21K dan disodorkan kaos finisher. Mencari tempat lebih tenang ditengah kebingaran untuk meresapi rasa ini.


Impossible is nothing.

Thank you isn't enough. I'm forever grateful for @hogannicky from the very first dan untuk menu latihan HM juga long run nya. 


Thank you Ko @yanhin_cortega @yenny_ira pasangan yang supportnya mandraguna. Juga buat @tomy_gb77 buat kebaikan hati selama perjalanan Jogja dan race ini. Dan bahagianya bisa ketemu teman baru sebahasa pelarian. 


21K lagi ? 

Nanti.....


Ada Kalanya Malas

Sejak minggu ke 5 kamu mulai menyerang. Malas dan bosan bernyanyi di telinga mengajak kembali ke bawah selimut melupakan menu hari itu.


Berbisik tak henti ketika kuikat tali sepatu lari. Bahkan kamu masih tetap berbisik ketika masuk ke kilometer ketiga. Mengajak berjalan saja sampai akhir. Kamu terlalu...


Kadang ayunan menjadi perlahan terlena bisikanmu. Namun suaramu pasti hilang ketika kupacu kaki sampai di menu hari itu. Piringku bersih. Menu lari hari itu habis tak tersisa. Aku ngga ngutang. Aku puas. 


Besoknya kamu berbisik dan nyanyi lagi.. Aku cuma bilang ayo kaki kita rasakan lagi kepuasan seperti kemarin. Puas ketika piring itu habis bersih licin tak bersisa. 


Kamu bungkam. Aku senyum. Kaki (aku janjiin masuk bengkel bila sudah selesai semuanya).

 
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3  4  5 
  •  Next 
  •  End 

Page 1 of 5

Free joomla templates by www.joomlashine.com