adsense

Bangga Dan Bahagia

TIS FUN RUN 2019, Ancol 261019

Suprise banget banget waktu tau dari Mr @leonardo_dosduo kalau acara family day sekolah kita tahun ini adalah lari. Beuuuh... langsung leloncatan bahagia, sungguh. Walau tadi pagi perjuangan untuk masuk Ancol sungguh2 berjuang adanya (belom juga lari, betis sudah pemanasan nyetir 1 jam di tol dan berjuang berjubel masuk pintu gerbang Ancol) entah apa yang merasuki orang2 pagi ini, kenapa semua orang kumpul ke Ancol siy.

Namun perjuangan itu tidak menyurutkan kegembiraan dan semangat sayah untuk bersenang-senang di tengah hangatnya (sungguh hangat) mentari pagi ini. Lari bareng sesama warga sekolah, dijagain marshall sepeda yang uhuy, disemangatin miss dan mister di tiap tikungan penting itu rasanya... rasa keluarga..rasa i love you TIS..

Apalagi banyak foto dan videografer, lengkaplah sudah kegembiraan hati ini.

 

Saya bangga dan thank you banget buat ketua panitia Mr.Tjen yang sudah bikin acara ini sukses. Juga buat semua guru-guru yang terlibat. Dengan persiapan yang cukup singkat (buat saya) acara ini rapih dan TOB BGT. 

Oh ya suka sekali dengan game bolanya (dasar.. masa kecil kurang bahagia) dan love jerseynya.

.

 

#tisfunrun #tisfamilyfunday #tisfunrun2019 @teachindonesia

Color Run 2019

Gak nyangka bakal ikutan Color Run juga. Bertahun lalu tau acara ini dari  teman saham. ‘Seru juga yah lari sambil disiram bubuk warna… ‘ begitu komen saya waktu itu. Berjanji pengen ikutan tahun berikutnya namun batal karena lagi-lagi alasan gak ada teman yang mau.

 

Tahun ini akhirnya ikut karena anak saya pengen nyobain rasanya lari dan dapat medali. Dia belum pernah punya medali, sedangkan mama dan kokonya udah punya beberapa. Hmm… yaweslah ikut demi anak. Dari lari ber-3, kumpul-kumpul jadi ber-15. 

Pesertanya 11.000 orang. Buset deh buanyaak banget.. mau mulai ke titik start aja antriannya seperti ular naga panjangnya. Tapi itu gak berasa apa-apa , ketutup sama perasaan happy dan pengen ngerasain kayak apa sih rasanya #happiest5K on the planet!

 

It is HAPPY. Muka rambut badan kaki coreng moreng celemotan warna warni… rela sayah rela… dikerubutin disiram sekaligus dari samping kiri kanan bikin ketawa lebar ga abis-abis kayak energizer...apalagi pas bagian foam… entah kenapa mungkin masa kecil kurang bahagia.. itu happy nya pake banget... padahal yah coba dipikir.. sudah jalan 3K, disiram berkali-kali warna warni.. lalu kena foam.. coba itu gimana efeknya ke seluruh badan ? lengkheeet kan … jadi blang lentong gitu semuanya.. bercak ga karuan.. TAPI saya rela mau lagi disiram foam kalau misal boleh muter ulang lewatin bagian foam lagi. Cuma pasti diprotes bocah, “ mama terlalu..” Beneran, this is the #happiest5k on the planet. Kamu gak percaya ? Coba deh tahun depan

Berbagi

Arti berbagi menurut Wikipedia adalah memberi atau menerima sesuatu dari barang, cerita, kisah, uang, makanan, dan segala hal yang penting bagi hidup kita. Berbagi juga bisa kepada Tuhan, sesama, alam, dan setiap hal di bumi ini.

Berbagi atau sharing adalah memberikan milik kita kepada orang lain. Memberikan apa yang kita punya, membagi apa yang menjadi hak kita, membagi hidup kita kepada orang lain. 

 

Kalau kita aja masih kurang bagaimana bisa berbagi ? 

Ya memang berbagi sepaket dengan berkorban. Porsi milik kita memang jadi lebih sedikit. Hak kita jadi berkurang karena kita harus membaginya dengan orang lain. Namun itulah intinya dari berbagi yaitu berkorban untuk orang lain. Menaruh kepentingan orang lain diatas kepentingan diri sendiri. Diatas hak pribadi. Jadi bukan bisa atau tidak, tapi mau atau tidak berbagi.

 

Milikku jadi berkurang, bagaimana aku bisa bahagia dengan hal itu ?

Pernahkah kamu kelaparan ? Perutmu lapar, hatimu lapar, dompetmu lapar. Hatimu sedang gundah gulana dan butuh sekali seseorang untuk memahami kamu, mendengar ceritamu dan menerima kamu apa adanya ? Butuh sekali tempat berkeluh kesah, butuh pundak untuk bersandar, butuh pelukan yang berkata kalau semua akan terlewati, semua akan menjadi lebih baik, semua akan baik-baik saja.

 

 

Pernahkah kamu berbagi ? Berbagi milikmu yang berharga? Berbagi makanan kesukaanmu kepada teman yang kelaparan, makan sebungkus berdua dengannya. Berbagi waktumu yang mepet untuk duduk ngobrol mendengarkan curahan hatinya. Berbagi tempat perlindunganmu ketika temanmu kehilangan itu. Berbagi uangmu ketika dompetmu sendiri sedang tipis. Berbagi pundakmu yang penat ketika temanmu lelah.

Pernahkah kamu? Cobalah…

 

 

Hatimu akan menjadi hangat sekalipun kehilangan sebagian milikmu. Hatimu akan meledak dengan kembang api sukacita ketika membagi lembar yang ada di dompetmu. Hatimu akan tenang teduh dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja untukmu. Aneh kan? Bagaimana bisa ? Namun begitu adanya. Karena itulah hukum berbagi. Hukum yang terus berputar di dunia ini. Membagikan satu kebaikan kepada orang lain. Meneruskan kebaikan yang diterima dari orang lain. Menerima kebaikan disaat kita memerlukan.

 

 

Membagi makanan, memberi tumpangan, memberi waktu, membagi ilmu, membagi semangat, membagi rumah, memberi pelukan, memberi support, memberi cinta.. Menerima waktu, ilmu, semangat, pelukan, support dan cinta di saat kamu sangat membutuhkannya suatu saat nanti.

 

Anak Panah Di Tangan Pahlawan

Panah yang melesat tepat pada tujuan sangat bergantung kepada sang pemanah. Arah tujuan panah pun ditentukan oleh sang pemanah. Kemana sang pemanah membidik, kesitulah panah akan terbang melesat.

Ada 250 anak panah sedang dipersiapkan untuk diluncurkan. 250 anak panah ini akan terbang menuju sasaran. 250 anak panah ini akan menjadi cerita kebangaan. Seharusnya 250 anak panah ini dipegang oleh 250 pemanah. Seorang pemanah memegang 1 anak panah. Mengasahnya, memperhatikannya, focus kepada dirinya satu. Namun disini 250 anak panah harus diasah bersamaan hanya dengan beberapa orang pemanah.  Tetap bisa, pasti bisa anak panah ini tepat pada sasaran. Namun sang pemanah dan ke 250 anak panah ini butuh bantuan.

Ini adalah kisah 250 anak korban Tsunami tahun 2014. Mereka kehilangan orang tuanya ketika bencana itu terjadi. Kalau mereka bisa memilih. Kalau mereka bisa protes. Mereka tidak mau hidup sendiri, mereka tidak mau hidup tanpa orang tua. Mereka butuh orang tua. Tapi…. mereka harus menerima kenyataan untuk hidup tanpa orang tua. 

Bagaimana kalau kisah ini terjadi dengan anak-anak kita? Bagaimana masa depan anak kita? Siapa yang akan menjadi sang pemanah untuk anak kita ? Apakah ada orang yang mau membantu ? Apakah ada orang yang mau berbagi ? Apakah ada yang mau menolong ?

Kita semua saling membutuhkan. Bersyukurlah bila hari ini anak kita menikmati makanan bergizi, bersekolah di sekolah baik, bertemu dengan kita setiap hari, bermain, tertawa, ngobrol bersama , mencari eratnya genggaman tangan kita ketika mereka terpeleset, mendambakan pelukan hangat ketika mereka sedih terluka. Namun tidak demikian yang terjadi buat 250 anak Aceh itu. 

Keadaan kita jauh lebih baik, pun keadaan anak kita. Kita bisa menjadi sang pahlawan untuk 250 anak panah itu. Anak panah ditangan pahlawan. Mereka butuh para pahlawan.

http://runtocare.com/anakacehhebat/

https://kitabisa.com/campaign/aceh250km

 

Tanjakannya Ampuunn..

Tanjakannya ampuunn….

New Challenge Highlands Half Marathon 2019 di Sentul City.

 

Flag off jam 5.30 di remang-remang pagi, udara nya sejuk banget, mata dimanjakan dedaunan hijau sepanjang mata memandang. Setiap tarikan nafas serasa hiburan buat paru-paru orang Jakarta. Hiburan mata, paru-paru dan hati gembira, lengkap mantap jiwa.

 

Namun hiburan itu mulai terusik ketika mulai menuju KM4… pas mulai belok kiri aja aduhai sudah disambut dengan tanjakan manis.. masih mencoba untuk berlari kecil dan pelan. Tapi eh makin lama makin nanjak.. yaweis jalan dulu deh.. lirik kiri kanan depan pun semua pada jalan kaki… Setiap tanjakan kan pasti ada turunan yah.. pas turunan syuur tancap mang….. eh gak lama tanjakan lagi donk… dan koq makin panjang nih tanjakan makin tegak pula… yaweis jalan lagi.. turunan lagi… tancap lagi… eh nanjak lagi….mulai lelah… pas diujung tanjakan ada fotografer pic2go, “CAPE mas…” begitu komen saya pas doi jepret… si mas ketawa aja sambil bilang “semangat”… Kalau tanjakan harga saham kayak gini sih saya happy.. semakin sering nanjak juga saya happy mas.. Cuma kalau tanjakan yang ini, saya ampuun. Saya sempet berteriak dalam hati… “GAK KUAT” ……

 

Tetiba pesan  “Enjoy the Run” lompat ke logika. Dan disitulah saya mulai ‘ngobrol’, oke hal apa yang mau di enjoy? Mata saya mulai menyapu merekam apapaun yang ada sisi kiri kanan. Dedauan hijau, matahari yang tak menyengat, suara alunan gamelan, pelari yang masih ada di kiri kanan, saya ga sendiri, saya mau enjoy. Ini waktunya.. sekarang waktunya detik ini.. gak akan kembali lagi.. Walau sakit ini mulai membelai (iya pinggul kanan mulai merongrong) dan tanjakan ini serasa tak ada habisnya. Saya tak akan menyerah, saya tak akan berhenti… Tak lama lewatlah seorang pelari yang sebelumnya  sedang diobati race marshal dibonceng motor melaju menanjak melewati … ooh dia tak dapat finish… Lalu saya ? Saya masih bisa finish lho.  Oke ayo jalani aja… Danau Situ pengantin di sisi kiri, mata saya menangkap dikejauhan sana perumahan mulai terlihat, berarti gak lama lagi bakal ketemu jalan raya nih… KM 8, I try to enjoy, making memory. Merekam semua yang terlihat.

 

Sebelum water sprinkle ngobrol dengan salah satu peserta senior. Dia bilang sebentar lagi keluar dari perumahan belok kiri, nyebrang dan sampai deh Taman Budaya… Ahsiiikkkkk…. akhirnyaaaa gak ada tanjakan lagi, sebentar lagi finish donk… Pamit Ibu… Langsung tancap gas.. Horeeee tanah rata.. gak pernah sehappy ini ketemu tanah rata, I love you, I miss you flat. Gerbang Finish 100 meter didepan mata.. ayo kaki.. nafas sedikit lagi.. jangan berhenti..ayooo… Fibonacci Runners memasuki finish….. Hore Finish…. 1.22

 

Emang cocok race ini judulnya New Challenge. Pelari seumur jagung seperti saya ini kaget sekaget2nya ngelawatin track seperti ini. Terampun ampun sepanjang 4KM tanjakan. Tadi pas race bersumpah kapok sama track ini. Tapi pas menulis sekarang ini, koq kangen ya sama track ampun tadi #anehsungguhaneh….

Page 4 of 5

Free joomla templates by www.joomlashine.com