adsense

Trader Gathering

Weekend ini saya ikutan trader gatheringnya Aria santoso, Kokolato, Vicella & Desmond Wira. Saya exciting buat yang namanya ikutan gathering karena saya tahu saya bakalan dapet sesuatu dari sharing disana. Benar aja, baru pembukaan dari Aria, dia bilang sharing knowledge itu bukan diukur dari perfomance portfolio, bukan diukur dari uang. Yang di share itu knowledge nya. Sharing knowledge itu amal.. Bener banget, setuju banget ..

Share pertama dari Kokolato. Dia membawakan pandangannya dalam melihat aktivitas trading. Trading should be enjoyable and need process. Lalu dia share tentang tape reading, bid offer analysis, gap down trading dll. Materinya lumayan padat namun sangat menarik buat para peserta gathering. 

Setelah itu giliran Vicella maju untuk bawain tentang fundamental analysis. Kita dikasi tahu cara yang cepet untuk analisa Laporan Keuangan. Hal pertama yang harus di cek waktu liat LK adalah profitnya. PER nya.. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu untuk menghasilkan profit tentunya. Penting bagi trader untuk bisa memahami Fundamental analysis dalam mencari perusahaan yang baik untuk investasi.

Antusiasme peserta masih tinggi namun apa daya perut sudah keroncongan, jadilah kita semua break lunch dulu.. Makanan yang sedap menambah asyik suasana untuk kenalan dan ngobrol dengan teman baru.. Banyak dari kita sebelumnya hanya ketemu di dunia maya , nah kemarin ketemu deh di dunia nyata.. senang sekali bisa ketemu teman teman trader baru.. :)

Sharing selanjutnya dari Desmond Wira. Seorang penulis buku, yang jadi buku pertama saya waktu nyemplung di dunia saham " Jurus Cuan Investasi Saham". Dulu hanya baca karyanya, sekarang ketemu langsung dengan orangnya. Orangnya low profile, apa adanya, medok suaranya (hehehehe...seru) Dia cerita bahwa inilah kali pertama dia muncul di umum - gahtering, membawakan presentasi. Namun dari pemandangan saya, presentasi pertama aja sudah mantep begini, tidak kelihatan grogi sama sekali waktu membawakan materi dan sangat baik berinteraksi dengan peserta. Beberapa kali peserta dibuat ngakak dengan komen-komen nya. Satu hal yang sangat membukakan mata saya dari sharenya. Tentang trader vs gambler. Dari gambler kita juga bisa mengambil hal yang positif. If Trader have Tape reading then Gambler have Face Reading.. :)  gambler can choose and analyze their enemy but not for trader. So trader have to learn how to manage risk. Think about risk first, then profit. If you manage risk, profit will come by itself. Pendekar yang tak pernah kalah pun menginspirasi saya, mengingatkan bahwa di trading tidak ada holy grail makanya kita harus tahu lebih dulu enemy kita, maksudnya enemy trader disini  (yang saya tangkap yah...) liat dulu sikon market nya bagaimana, apakah ada peluang disana, trading hanya jika ada peluang.

Selanjutnya Desmond bagi buku gratis buat para peserta yang dapat menjawab pertanyaannya. wuih.. suasana jadi seru banget.. beruntung buat yang nyimak dan dapet buku gratis.. :) Setelah itu Aria membuka waktu untuk tanya jawab dan dia membantu menyimpulkan jawaban2nya. Jawaban tentang net buy net sell, bandarmologi, rekening kustodian dll. Penjelasan Aria lengkap, mudah dicerna dan step by step, dia memastikan bahwa pemahaman peserta sama sebelum melanjutkan ke poin berikutnya.

Acara trader gathering hari ini top banget. Banyak dapet masukan (ilmu)yang saya dapat dan banyak ketemu teman baru. Saya sangat berterimakasih buat para speaker yang willing to share their knowledge. Thank you juga buat Panitia (ibu Alia) yang mengurus acara ini dari pendaftaran sampai acara selesai. Tanpa ibu Alia gak mungkin acara ini berlangsung mulus dan sukses. Thank You Aria , Kokolato, Vicella and Desmond for being a blessing for traders.. God bless you All...

Sharing knowledge doesn’t mean having to be “super” intelligent and knowing everything. It is connecting diverse knowledge and creating new knowledge for social benefit – is what counts. Turning knowledge into action for social benefit is an ongoing and lifelong process for everyone.

Trading Journey

Semalam saya membaca sebuah buku. Disitu tertulis untuk dapat sukses dalam trading, hal pertama yang harus kita kendalikan ada diri kita sendiri.

If you wanna win the war, you should controlled yourself.

If you’re going to be a successful trader, is where the learning takes place.. in dealing with your emotions so that you can follow your trading plan. 

Sukses itu adalah sebuah perjalanan. Saya percaya setiap trader yang sukses tidak dilahirkan dalam semalam. Tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi melalui sebuah proses. Proses pembentukan mentalnya. Proses disiplin dalam melakukan trading plan nya. Semuanya proses..

Jadi jangan putus asa dan patah semangat ketika kita harus berhadapan dengan kegagalan di tengah-tengah proses trading kita. Kegagalan adalah bagian dari proses. Kuncinya adalah bangkit lagi. Maju lagi.belajar lagi dari kegagalan.

Ibaratnya trading journey kita seperti chart , selama grafiknya uptrend ga masalah, seperti layaknya pergerakan harga  yang tidak selamanya naik terus, pasti ada koreksi  (balancing) demikian pula dalam trading journey kita. Yang akan membuat perbedaan dalam  trading journey kita adalah: TETAP MAJU ketika menghadapi koreksi, masalah & balancing kemudian belajar, bangkit dan maju berperang lagi atau BERHENTI dan menyalahkan sesuatu, berhenti belajar & berperang.

Saya pernah mengalami ini. Ketika harus cut loss dengan posisi yang cukup besar. Berat rasanya melewati hari-hari itu, teman saya bilang saya “gila” karena  saya berani cutloss, untungnya suami saya diam saja , walau saya tau saya mengecewakan dia.. Waktu itu saya bilang begini sama suami saya, Saya tidak akan berhenti disini (berhenti pada waktu CL) , cerita saya tidak akan berhenti sampai sini, saya kan terus maju.. ceritanya belum selesai…  saya akan terus belajar dan trading. Puji Tuhan, semua loss kembali…

Saya selalu berkata pada diri sendiri, tidak mungkin jalan tidak terbuka bagi orang yang mau belajar dan terus belajar…

So, keep up your spirit, keep learning and moving on….

 

Everyone need support

Di dalam perjalanan trading, seperti layaknya perjalanan hidup. Ada hari dimana semua analisa berjalan mulus, hopeng banget sama market.. price berjalan sesuai analisa.. cuan dalam genggaman.. senyum mengembang di wajah.. rasanya pengen traktir semua orang.. pengen share all the happiness.. namun ada juga hari dimana pergerakan harga musuhan … market jutek banget… ngebosenin.. ga dapet cuan hari itu atau malah kudu CL. .. susah banget rasanya buat senyum.. 

 

Life also like that. there is a rainbow day, but sometimes there’s rainy day.. a day that everything is blur. You cannot see clearly the end of the road. you dont know what you should do.. what you should think.. you feel just alone…   At that time, all you need is a support, you need a tap in your shoulder, a hug,  a hand, a tissue.. an ear to hear your cry out.. a words that say everything is gonna be okay..everything will be good in its time.

 

You need a support, you need a friend… a friend that still accept you just the way you are.. a friend that still support you because they just want you to be success and happy.. a friend that believe in you.. a friend that say you can do it when you doubt yourself.. a friend is there when life is rough and stand by your side..

 

we cannot live alone. we need each other..  hand in hand..keep holding on..to keep moving on.. I thank God for all my friends that He send along my way.. Thank You  MJ & RHL for giving me an ear today. To Cyn for the tissue ….

 

Dalam trading day, bagaimana saya keep up my spirit jika kondisi lagi ga mestakung?   memang kita harus keep up sendiri semangat dalam diri kita untuk terus maju.. untuk tidak patah semangat.. untuk jangan menyerah.. tapi sometimes saya juga menemukannya dari teman2… simple joke..simple word makes my day.. definitely put a grin in my face.. saya menemukan kata kata positif, yang saya sendiri tidak terpikir, saya menemukan dukungan yang membuat kaki saya kuat berdiri lagi dan kembali berlari. Ada kalanya harus mencari jalan sendiri namun ada kalanya saya menemukannya dari seorang teman yang membantu saya  melihat hal yang tidak terjangkau dari pandangan saya.

 

Seperti dalam teknikal analisis, Support membuat harga saham membal keatas, resisten membuat harga saham membal ke bawah. Bukan Cuma harga saham yang butuh support untuk membal kembali. Kita juga butuh support untuk membal kembali.

 

Be a friend.. give support.. may be it’s just a simple words of encouragement but we may not know what u bring into someone’s life. it may change their rainy day to rainbow.. it may turn someone’s cloudy day into sunshine.. you can become sunshine to others.

 

everyone needs support to bounce back..

The Journey Begins...

Waktu pertama kali jump in di dunia saham.. saya bingung sendiri ngeliatin begitu banyak saham yang berderet di OLT. Banyak bener… mau beli yang mana? Trus beli di berapa? Harga segitu apa sudah murah? Atau malah sudah mahal? Jual nya di harga berapa pula? Aih aih… super bingung ..

Lalu saya mulai kenal dengan rekomendasi saham atau stock pick dari para analis.. Mulai mencoba mengikuti  advice nya ; saham XXXX beli di 888 jual di 999 Cutloss di 777. Beberapa berhasil tapi beberapa tidak. Apalagi ketika market bearish..  akhirnya saya harus melakukan cutloss. 

Disitu saya mulai berpikir. Kesalahan trading ini bukan salah analis. Bukan salah rekomendasi saham atau stock pick nya. Tapi murni adalah kesalahan saya sendiri. Sayalah yang mengambil keputusan untuk membeli saham X. Sayalah yang bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang saya dapatkan.

Jadi  saya mengambil keputusan untuk mencari tahu dan memperbaiki kesalahan saya dengan belajar.

And the journey of crazy learning begins… :)

Apa yang diinformasikan oleh Stock Pick adalah sebuah trading plan. Yang berisi informasi kapan membeli, kapan menjual dan kapan harus cutloss. Koq bisa ya mereka bilang beli disini, jual disitu dan cutloss disana?  Ternyata yang mereka lihat adalah sebuah Support dan Resistance yang menjadi acuan area buy, sell dan CL (cutloss).

 

Saya terpacu untuk mencari tahu bagaimana membuat trading plan sendiri, bagaimana mencari Support dan Resist. Akhirnya saya menemukan caranya, saya menggunakan Trend Line, Moving Average  dan Fibo.

Setelah saya dapat membuat trading plan sendiri, sekarang waktunya untuk test di market. Saya mulai dengan menggunakan size yang kecil . Mengapa? Jika saya harus Cutloss maka kerugiannya tidak begitu besar.  Dan effort untuk mengembalikan kerugian itu pun masih bisa dijangkau.

 

Di dalam perjalanannya tidak semulus jalan tol, terjadi trial dan error. Mengapa? Karena tidak ada seorangpun yang tau pasti arah market. Disaat itulah saya melakukan evaluasi. Mencari tau dimana letak kesalahan analisa saya. Saya mengikuti beberapa training, membaca buku dan banyak bertanya. Saya selalu terbuka dengan masukan dan view orang lain. Masing-masing trader punya view dan gaya sendiri dalam menganalisa dan melakukan trading. Saya pelajari semuanya dan saya adopsi jika itu fit dengan gaya trading saya…

 

Untuk trading plan yang berhasil, saya ulangi lagi, dengan  memperbesar size –nya , tentunya dengan money management yang sudah diperhitungkan sebelumnya..

 

The point is, Keep practicing..Keep doing it..

 

Repetition is mother of skill..

Page 7 of 7

Free joomla templates by www.joomlashine.com