adsense

Step 2

Langkah selanjutnya setelah membuka rekening di suatu sekuritas

Berapa modal yang harus disetor ?

Setoran awal untuk tiap sekuritas bervariasi jumlahnya. Ada yang minimal menyetor Rp 100.000,-  sudah bisa membuka rekening. Ada pula yang mematok minimal 5 - 25 juta. Berapapun itu sebaiknya disesuaikan dengan kemampuanmu. Besarnya uang yang kamu setor menentukan saham yang bisa kamu transaksikan sekaligus menentukan return yang dapat diraih dan resiko yang kamu hadapi.

Contoh:

Saham First liner UNTR Rp 25.000 / lembar.

Pembelian 1 lot = 25.000 x 100 lembar = 2.500.000,-

Komisi beli 0,18%  x 2.500.000 = 4.500,-

Untuk pembelian 1 lot saham UNTR setidaknya kamu harus memilki dana di rekening minimal Rp 2.504.500,-

 

Saham Third liner ASRI Rp 560 / lembar

Pembelian 1 lot = 560 x 100 = 56.000,-

Komisi beli 0,18% x 56.000 = 100.8,-

Untuk pembelian 1 lot saham ASRI minimal  harus memilki dana di rekening  Rp 56.100.8,-,-

 

Dengan modal Rp 5.000.000,- kamu dapat bertransaksi di saham second liner atau third liner.Namun hanya dapat bertransaksi dengan lot kecil.

Dengan modal 30 juta kamu dapat bertransaksi saham first liner sampai third liner dengan jumlah lot yang lebih banyak.

Modal ideal untuk dapat leluasa trading berkisar 30 – 50 juta. Dengan model itu trader pemula mulai bisa ikut serta dalam trading saham big caps (first liner). Trader pemula memiliki resiko lebih tinggi jika trading di saham yang sangat “murah” karena sebagian besar saham-saham murah ( dibawah Rp 1000,- ) sangat mudah digoreng. Namun ideal dalam tanda kutip ya… karena sifatnya relatif.

 

Satuan perdagangan Saham

Di Indonesia pembelian dan penjualan saham dalam satuan lot.

1 lot = 100 lembar saham.

Misalnya harga 1 lembar saham BBCA Rp 11000,-

Pembelian 1 lot saham BBCA = Rp 11000 x 100 lembar =  Rp 1.100.000,-

 

Fee Transaksi

Setiap transaksi jual ataupun beli akan dikenakan fee (biaya) beli /jual. Nilai fee berbeda pada tiap sekuritas . Jadi pada saat kamu akan menghitung keuntungan dari transaksi jual beli kamu harus memotong laba yang diperoleh dengan fee beli & jual. Fee dihitung dari total  transaksi.

Misalnya membeli saham BBCA di harga 11.000, kemudian menjualnya di harga 12.000. Maka perhitungan keuntungannya sebagai berikut:

Beli 1 lot BBCA = 10.000 x100 lembar = 1.000.000,-

Fee beli 1.000.000 x 0,18 % = 1.800,-

Jual 1 lot saham BBCA = 12.000x 100 =1.200.000

Fee jual 1.200.000 x 0.28% = 3.360,-

Jadi laba yang di peroleh = (1.200.000 – 1.000.000 ) – (1.800 + 3.360) = 194.840,-

  

 

 Bagaimana melakukan transaksi jual beli online

  • Masuk ke menu place order
  • Masukkan kode saham  
  • Masukkan jumlah saham yang akan dibeli atau dijual 
  • Memasukkan pada batas harga berapa kamu ingin membeli atau menjual saham tersebut.
  • Melihat total harga setelah dikalikan jumlah sahamnya.
  • Mengkonfirm ordernya.
  • Pada saat order telah selesai terlaksana maka kamu akan mendapatkan konfirmasi lewat e-mail.

 

 

 
Sedikit Informasi tambahan tentang saham :

Jenis-jenis saham:

Berdasarkan pembagian deviden

Deviden adalah pembagian laba perusahan kepada pemegang saham berdasarkan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

1.       Saham biasa ( Common stock)  yaitu suatu sertifikat yang memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan . Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagian pendapatan tetap / deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan.

2.       Saham Preferen   adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat dividen lebih dulu .

 

 

Berdasarkan Kapitalisasi.

Kapitalisasi pasar sebuah saham adalah jumlah saham beredar dikali harga saham. Semakin tinggi nilai kapitalisasinya, semakin besar pengaruhnya ke IHSG dan sebaliknya. Semakin tinggi kapitalisasinya, semakin sulit saham tersebut ‘dipermainkan dengan tidak wajar’ dan demikian sebaliknya. 

 

Saham first liner

Saham lapis pertama adalah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, biasanya diatas 40 triliun. Ciri-cirinya, perusahaan memiliki fundamental yang bagus, kinerja yang kuat, bergerak di bidang industri yang dibutuhkan orang banyak, memiliki laba yang besar , rutin membagikan deviden. Saham first liner memilki likuiditas tinggi artinya saham ini mudah untuk diperjual belikan.  Contohnya : ASII ( Asta International Indonesia, Tbk.), BBCA ( Bank Central Asia Tbk.), BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.) , UNVR (Unilever Indonesia Tbk), TLKM (Telekomunikasi Indonesia (Persero), dll.

 

Saham second liner

Saham lapis kedua adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar dengan jumlah sedang, antara 1 triliun sampai 40 triliun. Ciri-cirinya perusahaan memilki fundamental cukup baik tapi masih dalam prospek berkembang. Likuiditas Saham second liner relatif stabil. Contoh : BSDE (Bumi Serpong Damai Tbk) , LSIP (PP London Sumatra Indonesia Tbk),  MNCN (Media Nusantara Citra Tbk.), dll.

 

Saham third liner

Saham lapis ketiga adalah saham dengan  kapitalisasi rendah sehingga harganya cenderung murah.Kapitalisasi saham ini dibawah 1 triliun. Fundamental perusahaan tidak begitu transparan. Likuiditasnya juga sangat rendah karena saham ini biasanya baru bergerak (aktif diperdagangkan) kalau ada aksi korporasi atau berita yang terkait dengan emitennya.  Saham ini biasanya sering jadi sasaran gorengan. Gorengan maksudnya harga saham tiba2 naik drastis oleh market maker (bahasa gaulnya - bandar).

 

 

 

Page 7 of 11

Free joomla templates by www.joomlashine.com