adsense

Financial Ratio

Profitability Ratio : untuk mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

NPM (Net profit Margin)  menunjukan tingkat keuntungan bersih yang dapat diperoleh dari  setiap rupiah penjualan. NPM = Net Profit / Total Sales. Semakin besar semakin baik.


ROS (Return On Sales) menunjukan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh dari setiap rupiah penjualan.Bedanya dari NPM, ratio ini hanya menghitung laba dari operasi bisnis.

ROS = Laba usaha/ Total sales. Semakin besar semakin baik.


ROE (Return on Equity)  mengukur tingkat profitabilitas perusahaan.

ROE = Net income / Average shareholder’s equity. ROE tinggi menguntungkan. ROE > 25%.


ROA (Return on Asset)  menunjukan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.

ROA = Net income / Total asset. Semakin besar ROA semakin baik.

 


Liquidity ratio untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek.


Current ratio untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek/ hutang lancar dengan asset lancarnya. Ratio ini menunjukan kemampuan operasional perusahaan yaitu untuk kelancaran proses produksi.

Current Ratio = Aset lancar / Hutang lancar. Semakin besar semakin baik.

 


Activity/ Efficiency ratio untuk mengetahui seberapa cepat perusahaan melakukan operasinya dalam mengubah asset menjadi cash.


Asset Turnover mengukur efisiensi  perusahan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan penjualan.

Aset turnover = Sales / Average total sales. Semakin besar semakin baik


Inventory Turnover ratio mengukur cepat tidaknya inventory terjual dalam suatu periode waktu.

Inventory Turnover = Average COGS/ Average Inventory. Ratio yang tinggi menunjukan barang cepat terjual.

 


Debt Ratio untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar hutang jangka panjang.


Debt Ratio (Debt to Assets Ratio /DAR) mengukur seberapa banyak asset yang dibiayai oleh hutang.

Debt Ratio = Total Utang / Total Aset. Semakin rendah semakin baik. Sebaiknya tidak lebih besar dari 1.


Debt to Equity Ratio ( DER) mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka panjang.

DER = Total Utang / Total ekuitas. Semakin rendah semakin baik.

 


Market Ratio mengetahui secara relative hubungan antara harga saham dengan kondisi keuangan perusahaan.


Earning Per Share (EPS)  mengukur tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin besar semakin baik.       

EPS = Net Income – Dividen/ jumlah saham yang beredar.


Price Earning Ratio menggambarkan seberapa banyak investor berani menghargai saham itu.               

PER= Harga saham / EPS. Semakin kecil PER semakin bagus. Per dibawah 10 adalah murah.


Price earning Growth (PEG)  pengembangan dari PER karena mengikutsertakan laju pertumbuhan tahunan EPS.

PEG = PER / Pertumbuhan EPS tahunan. Semakin rendah PEG maka harga sahamnya termasuk undervalued. Disarankan mencari perusahaan dengan Nilai PEG 0 – 1.


Price / Sales Ratio (PSR)

P/S = harga saham x jumlah saham / penjualan tahun ini. Nilai P/S yang rendah / lebih kecil dari 1 dianggap sebagai investasi yang baik.

 

Book Value mencerminkan nilai uang yang bakal diterima oleh pemegang saham bila perusahaan dilikuidasi.

BV = Total ekuitas (asset-hutang) / jumlah saham yang beredar.

 

Price to Book Value (PBV) mengetahui apakah harga saham saat ini murah atau mahal. Semakin rendah rasio PBV berarti harga saham tersebut dianggap murah. PBV= harga saham / book value.

 

Discount rate = (DERx10) + inflasi.


Rumus mudah untuk mengingat perhitunganSTOCK SPLIT dan REVERSE STOCK SPLIT

Contoh:

Stock split                        1 : 2        maka     Harga dibagi 2,jumlah lembar dikali 2

Reverse stock split             3 : 1        maka     Harga dikali 3,jumlah lembar dibagi 3

Page 10 of 11

Free joomla templates by www.joomlashine.com