424.81 K

Menyerah bukan pilihan. – LL

7 Summits Bundle Run, boleh dicicil sampai Desember 2020.
“Ini sih rasanya pasti bisa selesai sebelum Desember, kemarin 155K kan selesai nyicil dalam waktu sebulan”, begitu pertimbangan sewaktu daftar. Semua berjalan lancar sesuai target dan rencana sampai 50% dari target tercapai.
.
Di Km 228 pinggul saya mulai menjerit halus. ITB yang pernah sakit mulai nyeri (lagi). Kali ini saya ‘mendengarkan’ suaranya. Tidak ingin mengulang kesalahan lalu dengan tancap gas mengejar target dan cuek dengan badan. Padahal badan adalah modal satu-satunya. Tidak ada yang jual gantinya kalau sampai rusak, tidak bisa pesan sparepart kalau pinggul ambyar. Semangat boleh membara tapi itu nggak akan buat target tercapai tanpa modal utama yaitu kaki sendiri.
Sungguh hari-hari itu agak lemesh. Semangatnya memuncak tapi pinggul ngambek. Nafsu gede tenaga kurang, kira-kira begitu lah. Melihat target masih 50% lagi apalagi tau udah ada yang finish, rasanya geregetan sendiri tanpa daya.
.
Sebuah suara bertanya halus kala kaki menjejak treadmill, “Apakah kamu akan berhenti?”
.
Oh tentu tidak. Berhenti bukan pilihan. Menyerah bukan pilihan. Pokoknya engga aja. Gak bakalan. Waktunya masih panjang koq. Saya akan tetap nyicil ini sampai selesai. Walau harus terseok-seok, saya akan tetap nyicil sampai selesai. Pelan-pelan pokoknya harus finish.
.
Saya mulai kalem dan memberi lebih banyak waktu untuk badan recovery. Mengijinkan kaki untuk berjalan mencapai target cicilan lari per hari.
Hari ini, 17 September 2020 lari 5K terakhir paling semangat. Membayangkan gerbang finish. Memanggil semua film rekaman menuju garis finish. Gelora euphoria, merasakan tetesan keringat, basahnya topi, kesenangan, kepuasan mengalahkan godaan, menang atas menyerah, senyum mengembang diatas treadmillku sayang. Dan finish.

1 Juli – 17 September 2020, 425K, 79 hari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *